Nah.. sekaranglah kesempatan untuk menceritakan kebahagiaan di Malam Minggu itu seperti apa.
Aku telat dateng ke kampus.
Itulah alasan dan penyebab terjadinya kenapa aku bisa bahagia malam ini.
Ok, langsung aja.
Di hari Sabtu, seharusnya aku ada kelas pada pukul 16.30, tapi karena lagi hujan dan suasananya enak banget buat tidur, yess.. I slept. Alhasil, aku baru bangun jam 17.00 lewat dan ta di kampus pada pukul 18.10 (dimana kelas udah bubar).
Aku dateng ke kelas aku tadi, dimana Sang Dosen masih duduk dengan manis. Simple aja, niat aku datengin dia cuma buat dapetin tandatangan tanda kehadiran aku di menit-menit terakhir.
Aku = "Maaf, Pak.
Bapak ="Lho, kok ketiduran ?? Jadi tidurnya pake baju yang basah gara-gara kena hujan tadi gitu ?"
Jujur, aku jadi bingung. "??????????"
Si Bapak yang ngeliat aku kebingungan, melanjutkan ocehannya.
"Lho, tadi temennya bilang, kamu telat gara-gara kehujanan. Makanya rada telat ke kampus"
Aku baru ngeh kalo tadi Mbak Evi ada sms "Lan, nanti kalo Bapak nanya, Wulan bilang aja kehujanan jadi rada telat masuk kampus. Coz tadi Mbak udah izinin Wulan sama Pak Dosen kayak gitu."
Wajar aja kalo monster ini banyak tanya dan kembali melanjutkan ocehannya.
"Makanya, lain kali kalo ngomong harus pake bahasa Indonesia yang baku. Hujan ya bilang hujan. Kehujanan yah bilang kehujanan."
"Jadi, mau kamu apa sekarang ?? Tanda tangan untuk kehadiran mahasiswa ?? Kan kelasnya udah selesai." Lanjut Bapak sambil membuka dan melihat lembaran kertas absensi mahasiswa.
"Yah..kalo bisa sih, aku masih dikasih izin buat tandatangan Pak. Kan aku udah dateng, Pak. Yahhh..walaupun telat sih."
"Oooh...iya. Kamu pernah alpha 1x ya. Ya udah, tanda tangan gih!! "
"Makasih ya, Pak. Maaf, Pak, boleh pinjam pena ??"
"Udah telat, dikasih tandatangan.. Eh..malahm mau pinjem pena dosen. Modal dikit napa ??" (kata-katanya emang enggak langsung kayak gini sih, tapi rada-rada serupa kayak gini juga sih.. Hadeeeeh)
-----------------------------------------------------------------------------------
Udahlah, ga penting juga ngebahas Bapak itu. Yang pasti, setelah keluar dari kelas itu, aku ke kantin untuk ketemu sama sohibku, Mbak Evi.